Pedoman Akademik

POLITEKNIK BHAKTI KARTINI

Jl. Caringin No. 148, Jembatan 14, Bojong Rawalumbu, Rawalumbu, Kota Bekasi, Jawa Barat 17116

Telp:  (021) 82624738 – 82622907

email : helpdesk@poltek-bhani.ac.id

2020

ABSTRAK DRAFT STANDAR AKADEMIK  POLTEK BHANI
  • Draft Standar Akademik Poltek Bhani merupakan pernyataan untuk mengarahkan penyusunan rencana dan pelaksanaan kegiatan akademik lembaga dan civitas akademik dalam naungan Poltek Bhani.
  • Secara umum Draft Standar Poltek Bhani merupakan landasan bagi pengembangan program akademik, sumber daya akademik, prosedur kagiatan akademik dan evaluasi akademik.
  • Secara khusus Draft Standar Akademik Poltek Bhani merupakan landasan bagi penyusunan visi, misi dan tujuan lembaga/program pendidikan, pengembangan kurikulum, proses pembelajaran, mahasiswa, dosen dan sumber daya manusia, kesehatan lingkungan dan keselamatan, sumber belajar, penelitian dan pengembangan, etika, peningkatan kualitas berkelanjutan serta penyelenggaraan dan administrasi.
  • Untuk kegiatan pendidikan, Draft Standar Akademik mengarahkan kepada apa yang harus diketahui dan dapat dilakukan oleh mahasiswa dalam mengikuti dan setelah menyelesaikan pendidikan. Untuk dosen, Standar Akedemik mengarahkan penyelenggaraan proses pembelajaran yang berkualitas dan inovatif.
  • Untuk kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, Draft Standar Akademik mengarahkan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat sivitas akademika sesuai peran Poltek Bhani dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan kesejahteraan manusia.
  • Draft Standar Akademik Poltek Bhani terdiri atas 11 kelompok, masing-masing memiliki beberapa pernyataan dan secara keseluruhan Standar Akademik Poltek Bhani memiliki 171 pernyataan. Suatu pernyataan menggunakan kata “harus” apabila pernyataan tersebut bersifat mendasar dan dapat dipenuhi pada saat evaluasi, dan menggunakan kata “seharusnya” apabila bersifat pengembangan kualitas.
  • Setiap program studi sesuai dengan karakteristiknya mengembangkan Draft Standar Akademik secara spesifik.
DRAFT STANDAR AKADEMIK POLTEK BHANI
  1. STANDAR UMUM
KRITERIA 1 VISI, MISI, TUJUAN PENDIDIKAN

B. VISI dan MISI

C. TUJUAN PENDIDIKAN

  1. Tujuan Pendidikan harus disusun selaras dengan visi dan misi Poltek Bhani.
  2. Tujuan Pendidikan harus Relevan dengan kebutuhan masyarakat.
  3. Tujuan Pendidikan harus disusun sehingga dapat menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi sesuai dengan jenjang pendidikan.
  4. Tujuan Pendidikan harus dikomunikasikan secara eksplisit kepada dosen, mahasiswa dan pihak-pihak yang berkepentingan.
  • STANDAR KURIKULUM
KRITERIA 2 KURIKULUM PROGRAM STUDI

A. ISI KURIKULUM

  1. Kurikulum harus membekali lulusan dengan kemampuan untuk mengikuti pendidikan seumur hidup, untuk mengembangkan kemampuan diri, dan untuk menerapkan keahliannya.
  2. Kurikulum harus memenuhi standar Kerangka Dasar berdasarkan ketentuan dan peraturan yang berlaku baik untuk standar pendidikan maupun berdasarkan Kultur Poltek Bhani dan kebutuhan stakeholders.
  3. Struktur Kurikulum yang disusun harus berdasarkan beberapa kelompok yang meliputi Kelompok Mata kuliah Pengembangan Kepribadian (MPK), Kelompok Mata kuliah Keilmuan dan Keterampilan (MKK), Kelompok Mata kuliah Keahlian Berkarya (MKB), Kelompok Mata kuliah Perilaku Berkarya (MPB), dan Kelompok Mata kuliah Berkehidupan Bermasyarakat (MBB). Juga harus relevan dan dikelompokkan berdasarkan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI).
  4. Struktur Kurikulum harus memiliki keluasan, kedalaman, kompetensi dan bersifat fleksibel terhadap perubahan dan perkembangan yang disesuaikan dengan kebutuhan stakeholders.
  5. Kurikulum harus dapat memenuhi Standar Muatan Kurikulum Program Studi dan disesuaikan dengan visi, misi, sasaran dan tujuan dari program studi.
  6. Kurikulum harus ditetapkan sesuai dengan standar beban SKS yang efektif bagi Program studi.
  7. Kurikulum harus disusun secara berkesinambungan dan berimbang antara mata kuliah dasar, mata kuliah lanjutan dan mata kuliah keahlian.

B. SISTEM PENDIDIKAN

  1. Setiap semester, setiap program studi harus memiliki Kalender Akademik yang akan disusun secara terpadu di bawah koordinasi Wakil Direktur Bidang Akademik.
  2. Kurikulum harus dirancang secara efektif agar dapat memenuhi kebutuhan ilmu bagi mahasiswa.
  3. Kurikulum harus mengikuti sistem kredit semester dan berbasis kompetensi dan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia.

C. EVALUASI KURIKULUM

  1. Kurikulum harus secara berkala dievaluasi dan direvisi.
  2. Kurikulum harus bersifat konprehensif dan fleksibel dalam mengadaptasi kemajuan ilmu dan teknologi dan setiap saat dapat dikembangkan dan diperbaharui.
  3. Kurikulum seharusnya memuat pengembangan ilmu dan teknologi terapan
  • STANDAR PROSES PEMBELAJARAN
KRITERIA 3 PROSES PEMBELAJARAN DAN EVALUASI HASIL STUDI
  1. KUALITAS PEMBELAJARAN
  1. Proses Pembelanjaran harus direncanakan berdasarkan standar Perencanaan Proses Pembelajaran.
  2. Perencanaan Proses Pembelajaran harus memuat segala aturan dan standar pelaksanaan proses pembelajaran, mulai dari persiapan silabus, GBPP, SAP, Absen Kuliah, Berita Acara Kuliah.
  3. Proses pembelajaran harus diarahkan agar mahasiswa mencapai “High order thingking” dan kebebasan berpikir sehingga dapat melaksanakan aktivitas intelektual yang berupa berpikir, berargumentasi, mempertanyakan, meneliti dan memprediksi.
  4. Proses pembelajaran harus dipahami sebagai keterlibatan mahasiswa secara aktif dalam proses belajar tersebut yang dilakukan secara sungguh-sungguh dan mendalam untuk mencapai pemahaman konsep, tidak terbatas pada materi yang diberikan oleh pengajar. Mahasiswa harus ikut serta secara aktif merumuskan tujuan belajarnya dan berupaya mencapai tujuan pembelajaran tersebut.
  5. Untuk melakukan suatu penilaian hasil dari Proses Pembelajaran, masing-masing program studi di bawah koordinasi Wakil Direktur Bidang Akademik, harus dapat merumuskan Standar Penilian Hasil Proses Pembelajaran.
  6. Standar Penilaian Hasil Proses Pembelajaran harus menganut pemahaman yang obyektif dan terurai kepada beberapa komponen penilaian yang merupakan suatu bagian dari proses pembelajaran.
  7. KARAKTERISTIK KUALITAS PEMBELAJARAN DAN PROSES PEMBELAJARAN
  8. Proses Pembelajaran harus diarahkan agar mahasiswa dapat memahami perkembangan pengetahuan serta mencari informasi langsung ke sumbernya.
  9. Proses pembelajaran harus diarahkan agar mahasiswa mampu mengolah informasi menjadi pengetahuan.
  10. Proses pembelajaran harus diarahkan agar mahasiswa mampu menggunakan pengetahuan untuk menyelesaikan masalah.
  11. Proses pembelajaran harus diarahkan agar mahasiswa mampu mengkomunikasikan pengetahuan pada pihak lain.
  12. Proses pembelajaran harus meningkatkan rasa ingin tahu mahasiswa.
  13. Proses pembelajaran harus diarahkan pada keberhasilan belajar mahasiswa secara konsisten sesuai dengan tujuan pendidikan.
  14. Proses pembelajaran harus direncanakan seara sistematis dengan murujuk pada perkembangan mutakhir metode pelajaran.
  15. Proses pembelajaran harus dilakukan secara efektif dengan memperhatikan semua kelompok mahasiswa, termasuk yang cacat fisik.
  16. Proses pembelajaran harus diarahkan agar mahasiswa dapat mengembangkan belajar mandiri dan belajar kelompok dengan proporsi yang wajar.
  17. Metoda pembelajaran seharusnya bervariasi, inovatif dan tepat untuk mencapai tujuan perkuliahan, dengan cara efektif dan efisien dalam menggunakan fasilitas, peralatan, dan alat bantu yang tersedia.
  18. Irama proses Pembelajaran seharusnya memperhatikan sifat alamiah kurikulum, kemampuan mahasiswa dan pengalaman belajar sebelumnya yang bervariasi serta kebutuhan khusus bagi mahasiswa dari yang mampu belajar dengan cepat sampai yang lambat.
  19. Peroses pembelajaran seharusnya diperkaya melalui lintas kurikulum, hasil-hasil penelitian dan penerapan.
  20. Proses pembelajaran seharusnya diarahkan pada pendekatan kompetensi supaya dapat menghasilkan lulusan yang:
  21. Mudah beradaptasi.
  22. Memiliki motivasi.
  23. Kreatif.
  24. Mandiri.
  25. Mempunyai etos kerja yang tinggi.
  26. Memahami belajar seumur hidup.
  27. Berpikir logis dalam menyelesaikan masalah.

 

STANDAR PENILAIAN PENDIDIKAN

KRITERIA 4 PROSES PENILAIAN PENDIDIKAN DAN EVALUASI HASIL STUDI
  1. KEBIJAKAN EVALUASI HASIL STUDI
  2. Proses Pembelajaran harus dapat diawasi secara kontinyu dengan menggunakan Standar Pengawasan Proses Pembelajaran.
  3. Proses Pembelajaran harus di evaluasi secara kontinyu dan selalu didasarkan pada hasil evaluasi yang dilakukan secara dua arah baik oleh dosen maupun oleh mahasiswa.
  4. Program studi harus mempunyai suatu kebijakan yang adil, bertanggung jawab dan berkesinambungan tentang evaluasi hasil studi.
  5. Seluruh kebijakan evaluasi hasil studi harus disosialisasikan ke seluruh staf akademik.
  6. PENINJAUAN EVALUASI HASIL STUDI SECARA BERKALAKebijakan tentang evaluasi hasil studi seharusnya ditinjau secara periodik, didasarkan pada data-data kegagalan/kendala selama pengimplementasian kebijakan sebelumnya termasuk temuan dari penguji eksternal dalam rangka mendapatkan kebijakan baru yang lebih adil dan bertanggung jawab. Poltek Bhani bersama Program Studi dan Lembaga Penjaminan Mutu Internal harus memiliki standar Penilaian Hasil Belajar yang dilakukan oleh Staf Akademik dan akan dievaluasi secara periodik.Standar Penilaian Hasil Belajar Staf Akademik dinilai berdasarkan pedoman penilaian dan dilakukan oleh mahasiswa secara obyektif, agar tercapai sebuah peningkatan pelayanan akademik.
  7. METODE EVALUASI HASIL STUDI
  8. Jurusan/Program Studi harus mempunyai prosedur yang mengatur tentang transparansi sistem evaluasi hasil studi baik untuk penilaian formal (ujian tengah semester, ujian akhir semester, responsi dll) maupun penilaian berkesinambungan (PR, kuis, tugas kelas/kelompok, antusiasme dalam diskusi kelas/kelompok maupun dalam menjawab pertanyaan di kelas/kelompok dll).
  9. Semua staf akademik harus mengembalikan penilaian umpan balik tepat waktu dan harus diadministrasikan dengan baik.
  10. Jurusan/Program Studi harus mempunyai prosedur yang mengatur tentang mekanisme penyampaian ketidakpuasan mahasiswa.
  • PENINGKATAN KUALITAS EVALUASI HASIL STUDI
  • Pengaturan penilaian seharusnya meliputi semua tujuan dan aspek kurikulum yang diajarkan.
  • Seperangkat metode penilaian seharusnya disiapkan dan dipakai secara terencana untuk tujuan diagnostik, formatik dan sumatif, sesuai dengan metode/strategi pembelajaran yang digunakan.
  • Seharusnya dibuat prosedur yang dipakai secara berkala untuk memastikan bahwa sedapat mungkin skema-skema penilaian adalah valid, dapat diandalkan dan diterapkan dengan adil.
  • Kemajuan yang dicapai oleh mahasiswa seharusnya dimonitor dan direkam secara bersistem, diumpamakan ke mahasiswa dan diperbaiki secara berkala.
  • Kehandalan dan kesahihan metode penilaian seharusnya didokumentasikan dan secara periodik dievaluasi serta metode penilaian baru dikembangkan dan diuji.

 

STANDAR PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN

KRITERIA 5 PENGEMBANGAN STAF AKADEMIK
  1. PERTIMBANGAN PENGEMBANGAN STAF AKADEMIK
  2. Poltek Bhani harus memliki Standar Kualifikasi Akademik dan kompetensi Staf Akademik dan Tenaga Kependidikan, berdasarkan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.
  3. Staf Akademik dan Tenaga Kependidikan seharusnya sudah memiliki Sertifikasi Keahlian Dosen berdasarkan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.
  4. Pengembangan staf akademik dan Tenaga Kependidikan harus mengacu pada kebutuhan penyelenggaraan kurikulum.
  5. Komposisi staf akademik dan Tenaga Kependidikan harus sesuai dengan kebutuhan kurikulum dalam hal kualifikasi staf, pengalaman, bakat, umur status dan sebagainya.
  6. Rekrutmen dan promosi staf akademik dan Tenaga Kependidikan harus dilakukan berdasarkan asas kemanfaatan dan kepatuhan yang meliputi aspek pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat.
  7. Pengembangan Staf Akademik dan Tenaga Kependidikan harus diidentifikasi secara sistematis sesuai dengan aspirasi individu, kebutuhan kurikulum dan kelembagaan.
  8. Pengembangan Staf Akademik dan Tenaga Kependidikan harus memperhatikan rasio dosen mahasiswa.
  9. KETERLIBATAN STAF AKADEMIK

Staf akademik harus dimanfaatkan secara efektif:

  1. Peran dan hubungan harus didefinisikan dan dimengerti dengan baik.
  2. Tugas-tugas yang diberikan kepada staf harus sesuai dengan kualifikasi, pengalaman dan bakat yang dimiliki.
  3. Harus ada proses review, konsultasi dan pemenuhan kebutuhan-kebutuhan kelembagaan.
  4. SARANA PENGEMBANGAN STAF AKADEMIK
  5. Manajemen waktu dan sistem insentif harus dikaitkan dengan kualitas pengajaran dan pembelajaran.
  6. Harus ada evaluasi kinerja dosen secara periodik berdasarkan Time Motion Equicalence (TME).
  7. Staf Akademik dan staf pendukung harus diberi kesempatan untuk melakukan aktivitas-aktivitas untuk kepentingan pengembangan diri sesuai dengan kebutuhan-kebutuhan yang ada.
  • KETERAMPILAN YANG HARUS DIKUASAI STAF AKADEMIK
  • Staf akademik harus mampu merefleksikan praktik pengajaran yang dimiliki.
  • Staf akademik harus mampu mengidentifikasi kebutuhan dan mengembangkan rencana untuk pengembangan yang berkelanjutan.
  • Staf akademik seharusnya mampu merancang dan melaksanakan program pembelajaran yang rasional, sesuai dengan tuntutan kebutuhan lokal, nasional, regional dan internasional.
  • Staf akademik seharusnya mampu menggunakan berbagai metode pengajaran dan pembelajaran dan memilih yang paling cocok untuk mencapai outcome pembelajaran yang dikehendaki.
  • Staf akademik seharusnya mampu mengembangkan dan menggunakan berbagai macam media untuk pengajaran.
  • Staf akademik seharusnya mampu menggunakan beberapa teknik untuk menilai kerja mahasiswa dan mengaitkannya dengan outcome pembelajaran yang dikehendakinya.
  • Staf Akademik seharusnya mampu memonitor dan mengevaluasi performance pengajaran yang dia miliki dan mengevaluasi program yang dilakukan.

 

STANDAR KEMAHASISWAAN DAN KOMPETENSI LULUSAN

KRITERIA 6 MAHASISWA
  1. KEBIJAKAN SELEKSI DAN PENERIMAAN MAHASISWA BARU
  2. Poltek Bhani harus mempunyai kebijakan tentang penerimaan mahasiswa baru berdasarkan kesempatan yang sama.
  3. Jurusan/program studi harus mempunyai prosedur seleksi di tingkat program studi yang memastikan bahwa calon mahasiswa memenuhi syarat-syarat spesifik yang ditentukan.
  4. Jurusan/program studi harus menentukan jumlah mahasiswa baru yang dapat diterima disesuaikan dengan kapasitas yang ada untuk semua tahap pendidikan.
  5. Kebijakan tentang penerimaan mahasiswa baru harus terus-menerus direvisi secara reguler agar sesuai dengan kepentingan stakeholders dan kebutuhan masyarakat.
  6. BIMBINGAN AKADEMIK
  7. Jurusan/program studi harus menunjuk beberapa dosen yang bertugas untuk melakukan bimbingan akademik kepada mahasiswa.
  8. Jurusan/program studi harus mempunyai program pembimbingan akademik untuk mahasiswa.
  9. Program pembimbingan akademik untuk mahasiswa harus mampu memberikan arahan mengenai faktor fisik diantaranya bimbingan terhadap proses akademik, maupun faktor non fisik yang sifatnya membantu mahasiswa menyelesaikan permasalahan yang berada di luar konteks akademik.
  10. Jurusan/program studi harus mempunyai program konseling untuk mahasiswa.
  11. Program konseling untuk mahasiswa seharusnya mempertimbangkan latar belakang sosial dan ekonomi mahasiswa serta permasalahan individu.
  12. STUDENT SUPPORT AND COUNSELING
  13. Politeknik/Jurusan/program studi harus mempunyai kebijakan tentang perwakilan dan partisipasi mahasiswa dalam mendesain, mengelola dan mengevaluasi kurikulum serta hal­-hal lain yang berhubungan dengan mahasiswa.
  14. Politeknik/Jurusan/program studi seharusnya mendorong mahasiswa untuk berpartisipasi aktif dalam kegiatan ekstrakurikular dan organisasi mahasiswa.
  15. Politeknik/Jurusan/program studi harus memberikan arahan terhadap kegiatan ekstrakurikuler mahasiswa yang tidak bertentangan dengan peraturan-peraturan yang ada.
  • KOMPETENSI LULUSAN
  • Lulusan Poltek Bhani harus mampu menjabarkan dan mengabdikan ilmunya sebagai usaha untuk membangun bangsa dan Negara.
  • Lulusan Poltek Bhani harus mampu menjalankan tugas sesuai dengan bidang keahliannya secara profesional.
  • Lulusan Poltek Bhani harus mampu menjaga nama baik lembaga di tengah-tengah masyarakat.
  • Lulusan Poltek Bhani harus mampu bersaing dengan lulusan dari Perguruan Tinggi lain, serta harus mampu berdiri di atas kekuatan pengetahuan dan keahlian yang dimilikinya.
  • Lulusan Poltek Bhani harus memiliki jiwa kewirausahaan, agar mampu menciptakan lapangan kerja.

 

STANDAR SARANA DAN PRASARANA

KRITERIA 7 STANDAR KEAMANAN DAN KESEHATAN LINGKUNGAN
  1. PERSYARATAN INFRASTRUKTUR POLTEK BHANI
  2. Infrastruktur Poltek Bhani harus memenuhi persyaratan teknis dan peraturan bangunan serta kesehatan lingkungan yang ditentukan Poltek Bhani dan departemen teknis terkait dengan memperhatikan akses penyandang cacat.
  3. Poltek Bhani harus memiliki standar sarana dan prasarana belajar dengan mengacu pada standar dan ketentuan yang berlaku diantaranya;
    1. Menetapkan Standar Ruang Kuliah yang mengacu kepada kebijaksanaan Poltek Bhani yang menetapkan rasio jumlah mahasiswa per kelas berjumlah 20-25 mahasiswa.
    1. Menetapkan Standar Ruang dan Tempat lainnya yang digunakan sebagai ruang kuliah diantaranya auditorium untuk mengadakan kelas gabungan.
  4. Setiap program studi harus memiliki Draft sarana dan prasarana dengan mengacu standar sarana dan prasarana pembelajaran yang berlaku untuk program studi tersebut.
  5. Setiap program studi harus menyusun prioritas pengembangan sarana dan prasarana sesuai dengan tujuan pendidikan dan kurikulum masing-masing.
  6. Poltek Bhani harus memiliki Standar Ruang yang diperuntukkan bagi ruang perkantoran diantaranya Standar Ruang Pimpinan, Dosen, Tata Usaha, Kantin berdasarkan persyaratan teknis dan peraturan bangunan serta kesehatan lingkungan yang ditentukan Poltek Bhani dan departemen teknis terkait.
  7. Poltek Bhani harus memiliki Standar Perlengkapan Ruang yang diperuntukkan bagi ruang perkantoran.
  8. Poltek Bhani harus memiliki Standar Ruang yang diperuntukkan bagi ruang penunjang diantaranya Standard Ruang Ibadah, Olahraga dan Rekreasi berdasarkan persyaratan teknis dan peraturan bangunan serta kesehatan lingkungan yang ditentukan Poltek Bhani dan departemen teknis terkait.
  9. USAHA MENCIPTAKAN ATMOSFER AKADEMIK YANG KONDUSIF
  10. Dosen dan staf administrasi harus berusaha maksimal untuk menciptakan lingkungan sosial yang kondusif untuk atmosfer akademik yang efisien.
  11. Dosen dan staf administrasi harus berusaha maksimal untuk memberikan lingkungan psikologis kepada mahasiswa sehingga mendukung proses pembelajaran.
  12. Dosen harus berusaha maksimal untuk mengembangkan intelektualitas, perasaan, sikap, dan nilai-nilai mahasiswa.

 

STANDAR SUMBER-SUMBER BELAJAR DAN MENGAJAR

KRITERIA 8 SUMBER-SUMBER BELAJAR DAN MENGAJAR
  1. Penggunaan lahan sebagai wadah kegiatan Poltek Bhani harus ditetapkan berdasarkan standar penataan lahan dan aturan Poltek Bhani dan departemen teknis terkait.
  2. Infrastruktur fasilitas fisik harus dituangkan dalam rencana dasar (master plan) yang meliputi gedung dan laboratorium yang ada sekarang serta rencana pengembangannya.
  3. Infrastruktur fasilitas fisik harus direncanakan secara sistematis agar selaras dengan pertumbuhan kegiatan akademik.
  4. Ruang kuliah harus dilengkapi dengan sarana penunjang, minimal tersedia papan tulis, Infocus dan peralatan lain yang mendukung.
  5. Ruang laboratorium untuk jurusan/program studi harus sejalan dengan perkembangan IPTEKS.
  6. Peralatan di ruang laboratorium harus dilengkapi manual dan jelas sehingga tidak terjadi kekeliruan yang akan menimbulkan kerusakan.
  7. Poltek Bhani harus menetapkan standar pengadaan peralatan bagi penyelenggaraan pendidikan serta perlengkapan lainnya yang menunjang proses pembelajaran berdasarkan kemampuan dan peraturan yang berlaku.
  8. Perpustakaan Poltek Bhani harus dilengkapi dengan fasilitas peminjaman buku dan jurnal sesuai dengan kebutuhan sivitas akademika.
  9. Perpustakaan Poltek Bhani harus membuka pelayanan minimal 10 jam pada hari kerja dan 5 jam pada hari libur.
  10. Perpustakaan Poltek Bhani harus dilengkapi dengan fasilitas peminjaman antar perpustakaan, baik internal maupun eksternal.
  11. Perpustakaan Poltek Bhani harus memiliki Advisory Board yang memberi masukan tentang perencanaan pengembangan perpustakaan.
  12. Perpustakaan Poltek Bhani harus dilengkapi dengan perpustakaan elektronik.
  13. Perpustakaan Poltek Bhani harus memiliki Standar Buku dan Standar Sumber Belajar yang mengatur sistem pengadaan dan kepemilikannya.
  14. Pusat Komputer Poltek Bhani harus memberi pelayanan kepada sivitas akademika dalam bentuk pelatihan dan konsultasi.
  15. Fasilitas fisik untuk aktivitas ekstra-kurikuler mahasiswa harus diselenggarakan sesuai dengan perkembangan kegiatan mahasiswa.
  16. Semua fasilitas fisik dan peralatan harus dipelihara secara teratur.
  17. Perpustakaan Poltek Bhani seharusnya bisa diakses dan sebaliknya, secara elektronik.
  18. Perpustakaan Poltek Bhani seharusnya menyediakan jasa pelayanan peminjaman dengan perpustakaan dari Poltek Bhani lain, baik negeri maupun swasta.
  19. Pusat komputer Poltek Bhani seharusnya dilengkapi dengan sarana mutakhir dan terhubung dalam satu jaringan yang bisa saling mengakses.

 

STANDAR PENELITIAN DAN PENGABDIAN MASYARAKAT

KRITERIA 9 PENELITIAN DAN PENGABDIAN PADA MASYARAKAT

A.       PENELITIAN

  1. Penelitian harus dilakukan untuk menunjang dan menjadi bagian terpadu dari kegiatan pendidikan, pengajaran, dan pengabdian pada masyarakat.
  2. Strategi, kebijakan, dan prioritas penelitian harus ditetapkan sesuai dengan misi dan tujuan Poltek Bhani dengan masukan dari pihak-pihak terkait.
  3. Penelitian harus dilakukan sesuai dengan buku mutu (standar) yang telah ditentukan oleh Lembaga Penelitian, serta sesuai dengan kaidah-kaidah keilmuan dan etika dalam bidangnya masing-masing.
  4. Hasil penelitian harus disebarluaskan dalam media-media yang mudah diakses oleh masyarakat luas.
  5. Penelitian seharusnya melibatkan peran serta mahasiswa.
  6. Penelitian seharusnya meliputi penelitian dasar, terapan, dan rancangan percobaan.
  7. Penelitian seharusnya dilakukan secara lintas ilmu (interdisciplinary).
  8. Penelitian seharusnya dilakukan sesuai dengan buku mutu penelitian nasional maupun internasional.

B.       PENGABDIAN PADA MASYARAKAT

  1. Pengabdian       kepada masyarakat harus dilakukan dalam rangka pemanfaatan, pendayagunaan, dan pengembangan ilmu pengetahuan untuk masyarakat luas.
  2. Strategi, kebijakan, dan prioritas pengabdian kepada masyarakat harus ditetapkan sesuai dengan misi dan tujuan lembaga dengan masukan dari pihak-pihak terkait.
  3. Pengabdian pada masyarakat harus dilakukan sesuai dengan baku mutu (standar) yang telah ditentukan oleh Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat.
  4. Pengabdian kepada masyarakat harus dilaksanakan sesuai atau dengan merujuk pada kebutuhan nyata dalam masyarakat.
  5. Pengabdian kepada Masyarakat seharusnya melibatkan peran serta mahasiswa.
  6. Pengabdian kepada masyarakat seharusnya dapat memberikan pencerahan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
  7. Pengabdian kepada masyarakat seharusnya dapat memberikan masukan balik untuk kegiatan pendidikan dan pengajaran maupun penelitian.

C.       DUKUNGAN POLTEK BHANI

  1. Poltek Bhani seharusnya mendukung dana untuk diseminasi hasil penelitian para peneliti jurusan, baik di tingkat regional maupun nasional bahkan tingkat internasional.
  2. Poltek Bhani seharusnya mendukung para peneliti jurusan untuk meningkatkan jumlah hasil penelitiannya.
  3. Poltek Bhani seharusnya mendukung dalam mempublikasikan hasil penelitian para peneliti jurusan dalam jurnal maupun majalah.
  4. Poltek Bhani seharusnya menciptakan sistem bagi para peneliti jurusan yang berhasil.
  5. Dosen harus dapat menegakkan dan menjaga etika moral, sosial dan ilmiah dalam melakukan penelitian maupun dalam menyusun laporan penelitiannya.
  6. Dosen harus aktif mengajukan usulan penelitian untuk mendapatkan sumber dana penelitiannya dari luar negeri melalui prosedur institusional.
  7. Poltek Bhani harus dapat menciptakan hubungan kerja sama penelitian dengan Poltek Bhani dalam dan luar negeri untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas kinerja dan hasil penelitian.
  8. Poltek Bhani harus dapat menjalin hubungan kerja sama dengan dunia industri sebagai landasan kerja sama secara proaktif.
  9. Poltek Bhani seharusnya mengadakan pelatihan, seminar, lokakarya, serta transformasi ke Poltek Bhani di dalam dan luar negeri guna meningkatkan kemampuan dan kualitas penelitian.
  10. Poltek Bhani seharusnya dapat mengkoordinasi penelitian interdisipliner yang melibatkan antar disiplin dan antar Politeknik dalam maupun luar negeri.

D.      USAHA PENINGKATAN PENELITIAN DAN PENGABDIAN PADA MASYARAKAT

  1. Poltek Bhani harus menjalin hubungan dengan birokrasi lain dan praktisi dalam meningkatkan kinerja dan manajemen pengabdian kepada masyarakat.
  2. Poltek Bhani harus menyediakan unit pelayanan yang mampu menampung kegiatan antar disiplin untuk secara bersama melakukan pengabdian kepada masyarakat dengan sumber dana bersama.
  3. Poltek Bhani harus dapat merangsang sivitas akademika pada semua tingkat untuk melakukan pengabdian kepada masyarakat untuk mentransfer pengetahuan, inovasi serta memfasilitasi proses pengembangan sumber daya manusia.
  4. Poltek Bhani seharusnya dapat menciptakan program dan proyek kegiatan pelayanan kepada masyarakat.
  5. Poltek Bhani seharusnya dapat membantu mencarikan informasi pekerjaan bagi mahasiswa, membantu mahasiswa dengan keterampilannya untuk mencari pekerjaan, dan meyakinkan kepada stakeholders tentang kebutuhan keterampilan untuk posisi tertentu.
  6. Poltek Bhani seharusnya dapat menawarkan jasa pelayanan konsultasi kepada masyarakat dan jika perlu melalui kerja sama dengan partner organisasi non pemerintah.
  7. Poltek Bhani seharusnya dapat memperluas area pelayanan agar dapat memberikan kesempatan dan memberikan dampak daerah sekitar tentang transfer pengetahuan dan inovasi keterampilan kepada masyarakat.
  8. Poltek Bhani seharusnya dapat mengembangkan paten hasil penelitian dengan membangun kerja sama dengan industri untuk memperoleh sumber dana penelitian lebih lanjut.
  • STANDAR TATA KELOLA
KRITERIA 10 ETIKA POLTEK BHANI
  1. USAHA PENGEMBANGAN KODE ETIK AKADEMIK
  2. Poltek Bhani harus mempunyai dan mengembangkan Kode Etik Akademik.
  3. Semua Sivitas Akademika, Dosen, Mahasiswa, dan Tenaga Penunjang di Poltek Bhani harus mengerti tentang Etika, Etika Pendidikan, Etika Penelitian, Etika Pengabdian kepada Masyarakat dan Etika Profesi yang berlaku umum dan yang berlaku khusus bagi masing-­masing personal sesuai dengan kedudukannya serta secara sadar melaksanakannya.
  4. Poltek Bhani harus mempunyai lembaga yang berwibawa dan berwenang untuk mensosialisasikan dan menegakkan Etika Poltek Bhani.
  5. Poltek Bhani harus mengembangkan sistem yang dapat memberikan penghargaan bagi yang taat dan hukuman/sanksi bagi yang melanggar Etika.
  • STANDAR ORGANISASI DAN MANAJEMEN
KRITERIA 11 ORGANISASI DAN MANAJEMEN
  1. Politeknik/Jurusan/Program Studi harus memiliki penyelenggaraan dan administrasi yang terdefinisikan secara jelas dan transparan, termasuk lintas hubungan antara program studi, jurusan, dan Politeknik.
  2. Pihak yang ditugaskan secara khusus untuk melaksanakan pengendalian mutu akademik harus dimasukan ke dalam struktur Politeknik/Jurusan/Program Studi.
  3. Poltek Bhani harus mempunyai Standar Pengelolaan Akademik yang tertuang dalam Peraturan Akademik dan satuan-satuan operasional yang mendukung proses pembelajaran.
  4. Poltek Bhani harus mempunyai Standar Pengelolaan Operasional yang tertuang dalam Peraturan Operasional dan satuan-satuan operasional yang mendukung proses administrasi dan manajemen.
  5. Poltek Bhani harus mempunyai Standar Pengelolaan Personalia yang tertuang dalam Peraturan Personalia dan satuan-satuan operasional yang mendukung dalam menentukan standar SDM, sistem perekrutan dan sistem penggajiannya.
  6. Poltek Bhani harus mempunyai Standar Pengelolaan Keuangan yang tertuang dalam Peraturan Keuangan dan satuan-satuan operasional yang mendukung proses dan sistem keuangan.
  7. Poltek Bhani harus mempunyai Standar penyusunan Rencana Kerja Tahunan yang tertuang dalam program-program dan didasarkan pada Rencana Induk Pengembangan dan Rencana Strategi.
  8. Poltek Bhani harus mempunyai Standar penyusunan Rencana Kerja Menengah 4 tahunan yang tertuang dalam program-program dan didasarkan pada Rencana Induk Pengembangan.
  9. Pimpinan Politeknik/Jurusan/program studi harus mampu memerankan kepemimpinan akademik (academic leadership).
  10. Jurusan/program studi harus memiliki kejelasan wewenang dan tanggung jawab terhadap keseluruhan kurikulum dan tersedia anggaran untuk pengembangan pendidikan.
  11. Politeknik/jurusan/program studi harus didukung oleh staf administrasi dengan kualifikasi yang memadai untuk menyelenggarakan administrasi pendidikan secara optimal.
  12. Struktur penyelenggaraan dan administrasi seharusnya merefleksikan perwakilan dari staf akademik, mahasiswa, penyandang dana, dan pihak lain yang terkait.
  13. Kepemimpinan akademik seharusnya dievaluasi secara berkala untuk melihat sejauh mana visi, misi dan tujuan dari Politeknik/jurusan/program studi telah tercapai.
  14. Jurusan/program studi seharusnya diberi wewenang yang cukup untuk membelanjakan anggaran pendidikan sesuai kebutuhannya masing-masing, termasuk memberi insentif tambahan kepadastaf akademik yang aktif dalam pengembangan pendidikan.
  15. Politeknik/Jurusan/program studi seharusnya memiliki Program Pengendalian Mutu untuk administrasi pendidikan, termasuk dilakukan audit keuangan dan audit sumber daya manusia.
  16. Politeknik/Jurusan/program studi seharusnya memiliki sistem informasi manajemen yang memadai untuk mendukung administrasi pendidikan yang efektif, efisien dan akuntabel.
  17. USAHA PENINGKATAN MUTU ETIKA DAN ETIKA PROFESIONAL

Poltek Bhani, Jurusan/Bagian/Laboratorium, seharusnya mempunyai program yang jelas untuk meningkatkan kesadaran beretika bagi semua sivitas akademikanya.

  • STANDAR PENJAMINAN MUTU
KRITERIA 12 PENINGKATAN MUTU BERKELANJUTAN

A.      KEPEMIMPINAN

  1. Kepemimpinan program studi harus merumuskan visi pengembangan yang jelas, penetapan target dan sasaran pengembangan, penciptaan dan pemeliharaan nilai-nllai bersama, kebebasan akademik dan kode etik secara berkelanjutan.
  2. Kepemimpinan program studi seharusnya bersifat menginspirasi, mendukung dan menghargai kontribusi sivitas akademika dan stakeholders lainnya serta menumbuhkan kesalingpercayaan dan kebebasan dalam berkarya dengan penuh tanggung jawab.

B.       KOMITMEN

  1. Komitmen Sivitas Akademik program studi terhadap peningkatan mutu akademik harus ditunjukkan dengan implementasinya melalui pengukuran, pemantauan, analisis dan peningkatan kinerja secara terus menerus.
  2. Komitmen mahasiswa terhadap upaya peningkatan mutu proses pembelajaran seharusnya diberi saluran yang luas.

C.       KOMUNIKASI

  1. Komunikasi antar sivitas akademika harus dilaksanakan secara efisien dan efektif.
  2. Komunikasi antara sivitas akademika dengan masyarakat seharusnya dilaksanakan secara efisien dan efektif.

D.      MANAJEMEN PROSES

  1. Proses-proses pokok harus terdefinisikan dengan jelas dan tersedia indikator untuk menilai kinerjanya.
  2. Setiap proses pokok harus jelas penanggung jawab dan pelaksananya.
  3. Proses-proses pokok harus didukung dengan ketersediaan sumber daya yang memadai.
  4. Keterkaitan antara proses-proses pokok dengan misi program studi dan Poltek Bhani seharusnya teridentifikasi dan terumuskan dengan baik.

E.       EVALUASI DIRI

  1. Poltek Bhani dan program studi harus melaksanakan audit akademik secara periodik.
  2. Evaluasi diri Politeknik/Jurusan dan program studi harus dilakukan secara periodik.
  3. Evaluasi diri program studi harus dilakukan setiap tahun berdasarkan data dan informasi yang Sahih.
  4. Evaluasi diri program studi seharusnya dilakukan dengan menggunakan informasi dari berbagai pihak yang terkait.

F.       PERENCANAAN

  1. Perencanaan pengembangan program studi harus mempertimbangkan misi Poltek Bhani, program studi dan jurusan/bagian.
  2. Perencanaan harus didasarkan pada evaluasi diri.
  3. Perencanaan seharusnya dituangkan dalam dokumen yang mudah dibaca dan dimengerti oleh pihak-pihak yang terkait.

G.      AKREDITASI

  1. Akreditasi program studi harus dilakukan oleh lembaga lain yang bersifat independen.
  2. Akreditasi seharusnya dilakukan secara periodik sesuai dengan masa berlakunya status akreditasi.
  • STANDAR PEMBIAYAAN
KRITERIA 13 KEUANGAN DAN SUMBER PEMBIAYAAN
  1. Poltek Bhani harus memiliki dan menetapkan Standar Biaya Investasi Politeknik yang tertuang dalam suatu aturan bersama antara Penyelenggara pendidikan dan Pimpinan Poltek Bhani, serta dilakukan evaluasi secara periodik agar dapat diperbaharui dan disempurnakan.
  2. Poltek Bhani harus menetapkan Standar yang mengatur sistem pendapatan dana investasi yang tidak di dapat dari dana penyelenggaraan pendidikan.
  3. Poltek Bhani harus menetapkan secara periodik Standar Biaya Operasional bersama program studi serta unit-unit yang ada, untuk menetapkan pembiayaan satu tahun akademik. Penyusunan Standar Biaya Operasional diatur berdasarkan ketentuan dan peraturan yang berlaku di Poltek Bhani.
  4. Poltek Bhani harus menetapkan Standar Biaya Operasional yang mengatur Anggaran Belanja Institusi yang disusun berdasarkan ketentuan dan peraturan yang berlaku.
  5. Poltek Bhani harus menetapkan secara transparan tentang Standar Biaya yang harus ditanggung oleh setiap Personal Mahasiswa mulai dari masuk hingga tamat.