Varian Mutasi dari Virus COVID – 19 muncul, Kenali dan Pencegahan yang harus dilakukan.

Kasus COVID-19 saat ini sudah menyebar di hampir seluruh pelosok negeri ini. Secara Nasional sudah tercatat saat ini ada 14.536 kasus COVID-19 pada hari Senin (21/6). Kini, total kasus positif COVID – 19 di Indonesia saat ini menjadi 2.004.445. Dilansir dari cnnindonesia.com Data Kementerian Kesehatan menyebutkan dari total kasus positif tersebut, sebanyak 1.801.761 diantaranya telah sembuh, sementara itu tambahan kasus positif COVID – 19 sempat berada di angka 12.990 dalam sehari pada 18 Juni lalu. Mutasi dari virus Corona mulai bermunculan dan beberapa jenisnya dipercaya dapat menimbulkan dampak yang lebih buruk lagi. Hal ini akhirnya mendesak pemerintah untuk berusaha mempercepat distribusi vaksin agar tidak menyebar lebih luas.

Namun, apa saja varian baru dari COVID – 19 yang disebabkan oleh mutasi ini? Mari simak artikel ini sampai habis ya!

Virus COVID – 19 Varian Alpha, Beta dan Delta.

Varian dari virus corona ini terbagi melalui penilaian komparatif dari beberapa factor seperti peningkatan penularan atau perubahan yang dapat merugikan, peningkatan virulensi atau  perubahan pada presentasi terjadinya penyakit klini, serta penurunan efektivitas terhadap vaksin. Berikut penjelasan lengkap terkait beberapa variannya :

  1. Varian Alpha

Virus ini merupakan varian yang awalnya terdeteksi di Inggris, yang memiliki nama lain seperti varian Kent atau virus B117. Disebutkan jika virus ini setidaknya lebih mudah menular daripada jenis yang pertama kali terdeteksi di China. Pada Oktober lalu, strain ini hanya terjadi pada 3 persen dari total kasus di Inggris, tetapi mencapai awal Februari tercatat sebanyak 96 persen dari jumlah seluruhnya sehingga menimbulkan gelombang ketiga. Selain itu, data juga menunjukkan jika virus COVID – 19 ini ada sekitra 30 – 70 persen lebih mematikan dibandingkan dengan yang lainnya. Meski demikian, suatu penelitian menunjukkan jika vaksin AstraZeneca memiliki tingkat efektivitas sebesar 70,4 persen melawan gejalan Covid-19 dari varian baru ini.

  1. Varian Beta

Strain beta ini pertama kali dideteksi di Afrika Selatan pada awal Oktober dan telah ditemukan di lebih dari 80 negara. Virus ini membawa mutasi yang disebut dengan E484K, dapat membantu penyakit ini menghindari sistem kekebalan. Jenis virus yang dapat disebut dengan B1351 ini disebut – sebut tidak bekerja dengan baik pada seseorang yang mendapatkan vaksin AstraZeneca, karena hanya memberikan perlindungan 10 persen terhadap gejala ringan hingga sedang.

  1. Varian Delta

Varian ini pertama kali terdeteksi di India pada bulan Oktober sehingga menyebabkan gelombang kedua yang awalnya telah surut. Jenis varian dari mutasi Covid – 19 ini diperkirakan 40 persen lebih menular dibandingkan jenis Alpha serta strain lainnya. Banyak yang menyebutkan jika vaksin kurang efektif untuk melawan varian delta ini. Bahkan, penilaian risiko terbaru menyebutkan jika ada tingkat ketidakpastian yang tinggi mengenai efektivitas AstraZeneca terhadap strain ini meski telah mendapatkan dua dosis.

 

Gejala Virus COVID – 19 Varian Alpha, Beta dan Delta

Dikutip dari laman kompas.com tanggal 16 Juni 2021, dalam infografisnya menyebutkan tiga varian baru virus Covid – 19 yang masuk merupakan penyebab dari meningkatnya kasus COVID – 19 di Indonesia. Adapun ketiga varian COVID – 19 ini memiliki gejala umum yang sering ditemukan.

Varian Alpha

Varian yang telah terdeteksi masuk ke Indonesia yang berasal dari Inggris ini ternyata lebih menular sekitar 50% dibanding strain aslinya. Gejala umum yang sering ditemukan antara lain :

  1. Batuk dan sakit tenggorokan
  2. Demam
  3. Kelelahan dan nyeri otot
  4. Hilang rasa dan indra penciuman
  5. Sesak nafas
  6. Sulit berpikir jernih
  7. Pusing, malaise dan mual

Varian Beta

Dilansir dari Wall Street Journal, para ilmuwan yang mengurutkan genom Beta mengatakan bahwa virus ini memiliki mutasi N501 yang menyebabkan varian ini lebih menular. Varian Afrika Selatan juga memiliki beberapa mutasi yang penting lainnya yang telah mengubah protein lonjakan virus. Beberapa mutasi ini termasuk yang dikenal sebagai E484K telah membuat varian lebih resisten terhadap antibodi yang dipicu oleh infeksi COVID – 19 sebelumnya atau vaksin COVID – 19 tertentu. Gejala yang dilaporkan dalam varian ini tidak jauh berbeda dengan infeksi COVID – 19 pada umumnya, tetapi mutasi pada varian ini tergolong cukup berbahaya.

Varian Delta

Varian Delta memiliki sejumlah karakteristik mutasi, yang membuat varian tersebut berbeda dan lebih berbahaya dibanding strain aslinya. Gejala umum virus COVID -19 yang dilaporkan pada saat awal pandemi adalah hilangnya indra penciuman atau rasa, batuk terus – menerus, dan demam. Namun. Dilansir dari Sky News, gejala COVID – 19 yang dilaporkan saat ini mulai mengalami perubahan. Menurut kutipan dari tirto.id menjelaskan bahwa sakit kepala, sakit tenggorokan, dan pilek sekarang dianggap sebagai gejala yang paling umum, alih – alih batuk dan kehilangan penciuman atau indera perasa.

Menurut Prof Spector dari ZOE, sakit kepala saat ini merupakan gejala yang paling banyak dilaporkan, diikuti oleh sakit tenggorokan, pilek dan demam. Pendapat lainnya menurut Tim Peneliti  Whole Genome Sequencing (WGS) FK KMK Universitas Gadjah Madha, semakin tua umur pasien, maka varian ini akan memperburuk kekebalan tubuh pasien. Varian ini diketahui dapat menginfeksi kembali pasien Covid – 19 dan makin memperlemah kekebalan tubuh pasien.

Diikuti pendapat dari Profesor Kedokteran Darurat dan Kesehatan Internasional di Johns Hopkins University, Dr. Bhakti Hansoti, gejala yang terkait dengan varian Delta meliputi:

  1. Sakit Perut
  2. Hilang selera makan
  3. Muntah
  4. Nyeri Sendi
  5. Gangguan pendengaran

Dengan adanya varian baru COVID – 19 di sekitar kita menyebabkan protokol kesehatan perlu diperketat, Pemerintah telah memberikan sosialisasi dengan melakukan 3M (Mencuci Tangan, Memakai Masker dan Menjaga Jarak) dan sudah dilaksanakan di berbagai instansi baik di lingkungan rumah, sekolah maupun lingkungan perusahaan kecil hingga perusahaan besar. Saat ini ada kebijakan baru yang merujuk pada pemakaian masker yang tepat, mengingat varian baru mutasi dari virus COVID -19 telah menyebar hampir di seluruh penjuru negeri. Dikutip dari situs resmi CDC (Center for Disease Control and Prevention) pedoman yang diperbaharui pada 10 Februari lalu menjelaskan pemakaian masker rangkap lebih efektif menyaring partikel droplet di udara. CDC menyarankan pemakaian lapisan pertama yang digunakan adalah masker medis sekali pakai. Pastikan juga kawat tipis yang ada di bagian atas masker ditekan ke arah wajah sehingga bentuknya bisa menyesuaikan dengan hidung. Setelah memakai masker medis, kemudian dirangkap dengan pemakaian masker kain. Pastikan pula masker kedua ini dapat menekan sisi – sisi masker pertama pada wajah.

Sumber : instagram.com/rs.ui/

Sumber : instagram.com/rs.ui/

Dengan pengetahuan kamu tentang varian baru COVID – 19 ini tidak membuat kamu lengah akan penerapan protokol kesehatan ya! Ikuti anjuran pemerintah untuk melakukan 3M (Mencuci Tangan, Memakai Masker dan Menjaga Jarak) serta menggunakan masker rangkap sebagai langkah antisipasi saat bepergian. Jika mengalami gejala – gejala yang telah disebutkan di atas kamu segera menghubungi rumah sakit terdekat atau membuka situs resmi https://covid19.go.id/ untuk informasi lengkap mengenai COVID – 19.

Sumber Terkait :

[1] https://www.cnnindonesia.com/nasional/20210621154332-20-657333/positif-covid-19-tembus-14-ribu-total-kasus-2-juta-orang

[2]https://www.halodoc.com/artikel/kenali-varian-alpha-beta-dan-delta-dari-virus-covid-19

[3]https://www.kompas.com/tren/read/2021/06/16/163000465/infografik–gejala-virus-corona-varian-alpha-beta-dan-delta

[4] https://tirto.id/gejala-covid-19-varian-baru-delta-alpha-beta-di-indonesia-gg1R

[5]https://news.sky.com/story/delta-variant-symptoms-signs-of-covid-19-could-be-different-with-indian-strain-heres-what-to-look-out-for-12333749

[6]https://www.wsj.com/articles/the-new-covid-19-strain-in-south-africa-what-we-know-11609971229

[7] https://www.bbc.com/news/health-57467051